Monday, May 29, 2017

BOP PAUD 2017 Berdasarkan Data Dapodik

PAUD dan Dikmas-Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) kembali melaksanakan Workshop Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD 2017. Program pemantapan penyaluran dana DAK BOP PAUD 2017 itu digelar berbarengan dengan Rakornas PAUD dan Dikmas Regional III di Surabaya, Jawa Timur, 21-23 Februari.

Paparan disampaikan oleh Sekretaris Ditjen PAUD dan Dikmas Dr. Wartanto di hadapan ratusan penanggungjawab keuangan dan perbendaharaan PAUD Dinas Pendidikan kota dan kabupaten regional III (Jawa Timur, Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Maluku dan Papua).

Disampaikan Dr. Wartanto, sasaran penerima BOP adalah data anak-anak yang terdaftar dalam data pokok pendidikan. Penyalurannya harus tepat sasaran, tidak membedakan swasta dan negeri.

"Mereka terdata dalam Dapodik. Pasti dapat. Kalau masih silfa anggaran BOP-nya, kasihan mereka," ujarnya.

BOP merupakan bantuan operasional non personal. Dapat diberikan kepada berbagai bentuk satuan pendidikan.

"Bentuknya bisa Kelompok Bermain (KB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Taman Kanak-Kanak (TK) dan lain-lain. Yang penting satuan pendidikan itu tercatat memiliki nomor pokok satuan pendidikan nasional (NPSPN). Tujuannya untuk mendukung operasional," paparnya lagi.

Dia juga menyarankan agar pencairan dana BOP mencari institusi perbankan yang tak berbelit-belit dalam proses pencairannya.

 "Cari bank yang mudah proses pencairannya.Yang meringankan tidak mengutip uang. Karena bank itu sudah untung dengan dana BOP yang tersimpan," tegasnya.

Saat ini, sambung dia, data Dapodik PAUD baru sekitar 4-5 juta dengan anggaran Rp 5 triliun. "Kalau data Dapodik masuk 10 juta, kami usahakan anggaran BOP sampai Rp10 triliun," tandasnya.

Karena itu, sambung dia, dirinya meminta peserta workshop bantu mendata anak didiknya masuk dalam Dapodik.

BOP, lanjut pria yang akrab disapa pak Ses ini, bukan sekedar bantuan operasional. "BOP itu salah satu tujuannya membantu mewujudkan wajib belajar pra SD. Kami siapkan untuk itu," tandasnya. (Tim Warta/KS/Surabaya)

Berbanggalah Menjadi Guru Pamong, dan Tenaga Kependidikan

Jakarta, PAUD dan Dikmas. “Berbanggalah menjadi seorang guru”, ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat memimpin upacara bendera. Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2016 dan HUT ke-71 Persatuan Guru Republik Indonesia, di halaman komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Jum’at (25/11)
Sebab di tangan para Guru, Pamong, dan Tenaga Kependidikan, masa depan bangsa kita menjadi taruhan. Melalui anak-anak peserta didik di sekolah dan di sanggar-sanggar belajar kita akan menentukan masa depan bangsa, Tidak ada sosok sukses yang tidak melewati sentuhan seorang guru.
Kita bisa berdiri tegak saat ini juga karena pernah ditempa oleh para guru, ujar Mendikbud dihadapan peserta upacara yang terdiri pegawai di lingkungan Kemendikbud, pendidik dan tenaga kependidikan serta para undangan. Selain itu, Mendikbud juga menyampaikan Pemerintah selama ini telah mengupayakan banyak hal agar para guru semakin profesional.
Namun upaya itu akan sia-sia belaka tanpa keinginan keras dari pihak guru itu sendiri, serta Pemerintah telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjangan, khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik.
Oleh sebab itu Mendikbud berharap hal ini berimplikasi nyata bagi perbaikan kompetensi dan kinerja guru, dibuktikan dengan peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa. Selain melaksanakan upacara peringatan yang mengangkat tema “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”, Kemdikbud juga menggelar Simposiun yang akan dilaksanakan 27 November nanti di Sentul International Convention Center (SICC). (KS/Tim Warta/MHF)
source: paud-dikmas.kemdikbud.go.id 

Monday, April 24, 2017

Pelantikan pengurus FK-PKBM Tangerang Selatan 2017



Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Tangerang Selatan mengadakan Kegiatan Penyusunan Kurikulum PKBM Tahun 2017




dan Sekaligus pelantikan pengurus  FK-PKBM Tangerang Selatan  pada hari   Selasa, 11 April 2017 di Restauran BuPe (bukit Pelayangan) Jalan Cilenggang 1 No 53 Serpong Tangsel Diundang dalam acara tersebut semua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) setiap PKBM mengirim 4(empat) Orang utusan.


Sekaligus dalam acara ini dilaksanakan pengukuhan/pelantikan pengurus Forum Komunikasi PKBM Tangsel dengan ketua nya yaitu  Budi Suheri Kurnia dari PKBM Kak Seto sekretaris Eko Hartanto PKBM Geliat Bocah Kampung dan Bendahara Biandini PKBM Maleo serta anggota lainya Fuad dari PKBM Bimasda.




Sunday, March 19, 2017

Bimtek Pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Maysarakat (PKBM)


Bimbingan teknis  Manajemen Pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Maysarakat (PKBM) tahap IV dilaksanakan  di Jayagiri Lembang Bandung  pada tanggal  13-17 Maret 2017 dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, adalah untuk membekali PKBM mempersiapkan dirinya meningkatkan manajemen pengelolaan lembaga, sehingga PKBM siap untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF).


Untuk meningkatkan kualitas dan mutu PKBM diantaranya PKBM harus memiliki NPSN, wargabelajarnya harus terdaftar di Dapodik sehingga memiliki NISN, menjalankan minimal 3 program utama, memiliki 1 desa binaan dan memiliki 1 program keterampilan. Setelah itu lembaga tersebut sudah layak untuk dapat menjalankan program-program non formal.


Adapun peserta kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Pengelolaan PKBM tahap IV ini di ikuti oleh 168 orang pengelola PKBM dari kabupaten/kota dari 5 Propinsi.


Materi yang diberikan kepada peserta selama lima hari meliputi
1. Kebijakan Direktorat tentang Program Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
2. Pembinaan dan Pengembangan PKBM
3. Kebijakan BAN PAUD-PNF
4. Pengisian Instrumen Borang Akreditasi PKBM
5. Best practice pengelolaan PKBM
6. Paparan strategi pengelolaan Lembaga PKBM
7. Kunjungan lapangan



Narasumber  dalam kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen pengelolaan PKBM ini terdiri dari,
1. Dr. Erman Syamsudin (Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan)
2. Dr. Muh Hasbi Kepala BP PAUD DIKMAS Jayagiri
3. Drs.  Bisri,  M,M.Pd (Kasubdit  Kelembagaan dan Kemitraan)
4. Dr. Cecep Suryana, MM (Kasubdit Program dan Evaluasi)
5. Dr. Budi Darma, Ketua Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF)
6. Nana Suryana, BAP Propinsi Jawa Barat
7. Yusuf Hadi S.Pd. Ketua PKBM Geger Sunten
8. Asep Ahyar Ketua PKBM Bina Trampil Mandiri

Manajemen  kelembagaan yang bermutu merupakan hal  yang sangat penting bagi sebuah satuan pendidikan sebagai bukti kelayakan untuk menyelenggarakan program.  Mutu kelembagaan PKBM yang bermutu dapat diukur dengan hasil akreditasi yang diperolehnya.

Akreditasi bermanfaat untuk mendorong satuan pendidikan nonformal agar selalu berupaya meningkatkan mutu program PNF secara berkelanjutan, terencana dan kompetitif di tingkat kabupaten/ kota, provinsi, regional, nasional bahkan internasional.

Thursday, March 9, 2017



Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Tangerang Selatan, adakan kegiatan Bimtek Akreditasi Lembaga Formal dan Non formal Kota Tangerang Selatan  pada tanggal 7 - 8 Maret 2017 di Hotel Lemo, Legok Serpong.

Acara ini di buka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Drs. Taryono M.Si.



Dalam kata pembukaan sambutan nya Drs. Taryono menjelaskan tentang  empat pilar pendidikan menurut UNESCO, yaitu:

  1. Learning to know (belajar menngetahui)
  2. Learning to do (belajar melakukan sesuatu)
  3. Learning to be (belajar menjadi sesuatu)
  4. Learning to live together (belajar hidup bersama)



Secara umum, Akreditasi  bertujuan untuk memberikan Penilaian (assessment) secara obyektif, transparan, dan berkelanjutan terhadap kelayakan suatu program dan satuan pendidikan formal maupun non formal  berdasarkan atas kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.


Pelaksanaan akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan akan memberi manfaat, antara lain:
Menyempurnakan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dari program dan satuan pendidikan;
Meningkatkan mutu program dan satuan pendidikan; memanfaatkan semua informasi hasil akreditasi sebagai umpan balik, dalam upaya memberdayakan dan mengembangkan kinerja.







Pkbm Bina Insan Kamil dan Himpaud






Thursday, February 2, 2017

Sosialisasi UNPK Kota Tangerang Selatan


Dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan, Kamis 2 Februari mengadakan Sosialisasi Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) 2016-2017. di Gedung Graha Widya Bhakti, DRN Puspitek Serpong

Dalam sambutannya  Drs. Taryono, M.Si  PLT Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Tangerang Selatan menyampaikan bahwa,

Kegiatan sosialisasi ini adalah dalam rangka meningkatkan mutu dan Penyelenggaraan pendidikan masyarakat (Dikmas) dan PKBM adalah sebagai mitra dinas pendidikan dan kebudayaan harus punya visi yang sama untuk memajukan pendidikan masyarakat di kota Tangerang selatan.



untuk melaksanakan visi tersebut Taryono menambahkan bahwa ,
"kita harus disiplin dalam bekerja, kerjakan sesuai aturan maka kita akan "Kerja Enak Tidur Nyenyak"


Budi Kurni selaku ketua Forum Komunikasi PKBM Tangsel menjelaskan bahwa pelaksana UNPK tahun ini adalah PKBM yang sudah punya NPSN dan terakreditasi, dan akan dilaksanakan serentak tryout dan UPK.


Rencana Jadwal Tryout ujian:
  • Paket C  tanggal 17- 19 Februari 2017  
  • Paket B tgl 24- 26 February. 2017 
Jadwal Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK)
- paket C 2 - 5 Maret 2017
- paket B 9 - 12 Maret 2017



Sunday, January 1, 2017

Mengemas Pembelajaran Tutorial pada Pendidikan Kesetaraan

Sebagian besar tutor dan penyelenggara pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B, dan Paket C), masih rancu dengan tiga bentuk pembelajaran yaitu tatap muka, tutorial, dan mandiri. Terutama masih belum jelas bagaimana bentuk pembelajaran tutorial yang sesungguhnya di pendidikan kesetaraan. Seringkali kegiatan pembelajaran yang bentuknya tatap muka biasa dianggap sebagai tutorial, hanya karena pendidiknya disebut dengan tutor.

Secara umum pembelajaran tutorial (tutoring) adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat akademik oleh tutor kepada warga belajar (tutee) untuk membantu kelancaran proses belajar mandiri warga belajar secara perorangan atau kelompok berkaitan dengan materi ajar. Pembelajaran tutorial dilaksanakan secara tatap muka atau jarak jauh berdasarkan konsep belajar mandiri.

Konsep belajar mandiri dalam tutorial dibedakan dengan bentuk pembelajaran mandiri sebagaimana diatur dalam standar isi dan standar proses program pendidikan kesetaraan. Konsep belajar mandiri dalam tutorial mengandung pengertian, bahwa tutorial merupakan bantuan belajar dalam upaya memicu dan memacu kemandirian, disiplin, dan inisiatif diri warga belajar dalam belajar dengan minimalisasi intervensi dari pihak pembelajar/tutor.

Berdasarkan standar proses pendidikan kesetaraan pembelajaran tutorial adalah berbasis menyelesaian masalah-masalah yang sulit, atau lebih praktis lagi pembelajaran tutorial berbentuk latihan soal atau drill soal. Tutorial disediakan bagi warga belajar yang membutuhkan bimbingan untuk pencapaian kompetensi tertentu atau bimbingan lain yang menunjang pencapaian kompetensi, termasuk praktek keterampilan.

Proses pembelajaran tutorial dilakukan minimal 30% dari keseluruhan proses pembelajaran yang dihitung secara blok satuan kredit kompetensi.

Lalu apa beda pembelajaran tatap muka dan pembelajaran tutorial sabagaimana diatur dalam standar proses pendidikan kesetaraan? Perbedaan pokok adalah pada fokus belajar, pembelajaran tatap muka berorientasi pada penyampaian materi sedangkan pembelajaran tutorial berorientasi pada pembahasan materi yang sulit. Jika dianalogikan, tutor dalam pembelajaran tatap muka seperti guru sekolah mengajar sedangkan tutor dalam pembelajaran tutorial seperti guru bimbingan belajar/les. Cukup mudah untuk dapat membedakan keduanya.

Prinsip pokok tutorial adalah ‘’kemandirian warga belajar’’ (student’s independency). Tutorial tidak ada, jika kemandirian tidak ada. Jika warga belajar tidak belajar di rumah, dan datang ke tutorial dengan ‘kepala kosong’, maka yang terjadi adalah pembelajaran tatap muka biasa, bukan tutorial. Dengan demikian, secara konseptual tutorial perlu dibedakan secara tegas dengan pembelajaran tatap muka, di mana peran tutor sangat besar.

Peran utama tutor dalam tutorial adalah (1) pemicu dan pemacu kemandirian belajar warga belajar, berpikir dan berdiskusi; (2) pembimbing, fasilitator, dan mediator warga belajar dalam membangun pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan akademik dan profesional secara mandiri, dan/atau dalam menghadapi atau memecahkan masalah-masalah dalam belajar mandirinya; (3) memberikan bimbingan dan panduan agar warga belajar secara mandiri memahami mata pelajaran; (4) memberikan umpan balik kepada warga belajar secara tatap muka atau melalui alat komunikasi; memberikan dukungan dan bimbingan, termasuk memotivasi dan membantu warga belajar mengembangkan keterampilan belajarnya.

Agar tutorial tidak terjebak dalam situasi tatap muka biasa, terbina hubungan bersetara, mampu memainkan peran-peran di atas, dan tutorial berjalan efektif, tutor perlu menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berfungsi untuk (1) membangkitkan minat warga belajar terhadap materi yang sedang dibahas, (2) menguji pemahaman warga belajar terhadap materi pelajaran, (3) memancing warga belajar agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan tutorial, (4) mendiagnosis kelemahan-kelemahan warga belajar, dan (5) menuntun warga belajar untuk dapat menjawab masalah yang sedang dihadapi.

Selanjutnya pelaksanaan pembelajaran tutorial dilakukan melalui tahapan kegiatan sebagai berikut.


Kegiatan pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, tutor:

  • menyiapkan kondisi pembelajaran agar warga belajar terlibat baik secara psikis maupun fisik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran;
  • mencatat kehadiran warga belajar;
  • menyampaikan tujuan tutorial.



Kegiatan inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi warga belajar untuk berpartsipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis warga belajar. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik warga belajar dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

Dalam kegiatan inti, tutor:

  • mengidentifikasi materi-materi yang sulit bagi warga belajar;
  • bersama warga belajar membahas materi;
  • memberikan latihan sesuai dengan tingkat kesulitan yang dialami setiap warga belajar;
  • menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain,
  • memfasilitasi terjadinya interaksi antar warga belajar serta antara warga belajar dengan pendidik, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  • melibatkan warga belajar secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran;
  • memberikan balikan dan penguatan.



Kegiatan penutup

Dalam kegiatan penutup, tutor:

  • bersama-sama dengan warga belajar membuat rangkuman/kesimpulan pelajaran;
  • bersama warga belajar melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan;
  • melakukan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan;
  • memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  • memotivasi warga belajar untuk mendalami materi pembelajaran melalui kegiatan belajar mandiri;
  • melakukan kegiatan tindak lanjut melalui layanan konseling, dan/atau memberikan tugas terstruktur baik secara individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar warga belajar;
  • menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan tutorial berikutnya.
  • Memperhatikan penjelasan di atas, maka dalam menyusun rencana pembelajaran dokumen silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) harus disesuaikan. Walau komponen dokumen pembelajaran sama antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran tutoria, namun terdapat perbedaan.


Dokumen silabus pembelajaran tutorial dicirikan pada kolom kegiatan pembelajaran, yaitu uraian kegiatan pembelajaran menandakan aktivitas pembelajaran tutorial bukan aktivitas pembelajaran tatap muka. Komponen lainnya tidak berbeda dengan komponen silabus pembelajaran tatap muka.

Dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tutorial dicirikan pada bagian langkah-langkah pembelajaran, yaitu berisi uraian langkah-langkah pembelajaran yang menandakatn aktivitas pembelajaran tutorial bukan aktivitas pembelajaran tatap muka. Komponen lainnya tidak berbeda dengan komponen RPP tatap muka.

Tutor juga menstimulasi warga belajar untuk terlibat aktif dalam pembahasan (a) masalah yang ditemukan warga belajar dalam mempelajari modul; (b) kompetensi atau konsep esensial mata pelajaran; dan (c) persoalan yang terkait dengan unjuk kerja warga belajar di dalam/di luar kelas tutorial.

Untuk mendukung pelaksanaan peran dan fungsi-fungsi di atas, tutor perlu menguasai secara trampil sejumlah keterampilan dasar tutorial, yakni (1) membuka dan menutup tutorial; (2) bertanya lanjut; (3) memberi penguatan; (4) mengadakan variasi; (5) menjelaskan; (6) memimpin diskusi kelompok kecil; (7) mengelola kelas; dan (8) mengajar kelompok kecil dan perorangan. Kedelapan jenis keterampilan dasar tutorial ini pada dasarnya sama dengan keterampilan dasar mengajar, yang diadaptasi dari perangkat “Sydney Micro Skills” yang dikembangkan oleh Sydney University tahun 1973.

Sebenarnya ada empat modus tutorial, yakni: tutorial tatap muka (TTM); tutorial tertulis (tutis) lewat surat-menyurat/krespondensi; tutorial elektorik (tutel) lewat televisi, radio, media massa, dan internet; dan tutorial online (tuton) lewat internet. Dalam konteks pembelajaran pendidikan kesetaraan, modus tutorial biasanya berbentuk tutorial tatap muka. Artinya tutorial dilaksanakan secara dengan bertatap-muka antar warga belajar bersama dengan tutor. Dengan demikian pembelajaran tutorial juga terjadwal sebagaimana pembelajaran tatap muka, karena pelaksanaan tutorial tatap muka juga menuntut kehadiran warga belajar di tempat pembelajaran.

Pembelajaran tutorial dapat berbentuk online, selama menggunakan daring sinkronus. Artinya antara tutor dan warga belajar dapat berinteraksi langsung (online) pada saat itu juga. Dalam hal ini tutor dapat mencatat kehadiran warga belajar dengan mengetahui notifikasi bahwa warga belajar sedang online mengikuti pembelajaran tutorial. Interaksi yang terjadi bisa menggunakan teleconference atau chatting.

Pembelajaran tutorial dapat dilaksanakan secara klasikal atau dibagi dalam kelompok. Jika dilakukan secara klasikal tutor jangan terjebak dalam pembelajaran tatap muka. Tutorial secara klasikal harus menuntut warga belajar untuk membaca terlebih dahulu modul yang ada, dan fokus kepada permasalahan yang dihadapi warga belajar dalam menguasai modul.

Pembelajaran tutorial dapat juga dilaksanakan secara kelompok, melalui diskusi kelompok. Diskusi kelompok terbimbing yang merupakan kelompok diskusi yang beranggotakan 5-6 warga belajar pada setiap kelas di bawah bimbingan tutor mata pelajaran dengan menggunakan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah warga belajar yang memiliki kemampuan di atas rata-rata anggotanya yang memiliki tugas untuk membantu kesulitan anggota dalam memahami materi ajar. Dengan menggunakan model tutor sebaya diharapkan setiap anggota lebih mudah dan leluasa dalam menyampaikan masalah yang dihadapi sehingga warga belajar yang bersangkutan terpacu semangatnya untuk mempelajari materi ajar dengan baik.

Untuk menghidupkan suasana kompetitif, setiap kelompok harus terus dipacu untuk menjadi kelompok yang terbaik. Oleh karena itu, selain aktivitas anggota kelompok, peran ketua kelompok sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan kelompok dalam mempelajari materi ajar yang disajikan. Ketua kelompok dipilih secara demokratis oleh seluruh warga belajar. Sebelum diskusi kelompok terbentuk, warga belajar perlu mengajukan calon tutor sebaya.

Tutor sebaya atau ketua kelompok memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut (1) memberikan tutorial kepada anggota terhadap materi ajar yang sedang dipelajari; (2) mengkoordinir proses diskusi agar berlangsung kreatif dan dinamis; (3) menyampaikan permasalahan kepada tutor pembimbing apabila ada materi ajar yang belum dikuasai; (4) menyusun jadwal diskusi bersama anggota kelompok, baik pada saat tatap muka di kelas maupun di luar kelas, secara rutin dan insidental untuk memecahkan masalah yang dihadapi; (5) melaporkan perkembangan akademis kelompoknya kepada tutor pembimbing pada setiap materi yang dipelajari.

Peran tutor dalam metode diskusi kelompok terbimbing model tutor sebaya hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing terbatas. Artinya, tutor hanya melakukan intervensi ketika betul-betul diperlukan oleh warga belajar. [fauziep]

sumber: http://fauziep.com/mengemas-pembelajaran-tutorial-pada-pendidikan-kesetaraan/