Thursday, December 8, 2016

Bagaimana mekanisme penggunaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) ?


Masih banyak masyarakat yang tidak mengerti cara menggunakan KIP untuk menerima manfaat dari PIP, meski distribusi KIP sudah hampir mencapai 100%.

Ada anak-anak yang pas menerima KIP di dalam amplop, amplopnya langsung disobek lalu mereka langsung berbondong-bondong ke bank, dikiranya (uangnya) bisa langsung dicairkan.  Padahal, penerima KIP harus mendaftarkan dirinya dulu di sekolah atau lembaga pendidikan nonformal lain untuk dimasukkan datanya ke data pokok pendidikan (Dapodik).


Setelah diverifikasi dan turun Surat Keputusan (SK) Penetapan Penerima Manfaat PIP, pemegang KIP bisa mencairkan dana di bank penyalur yaitu di Bank Negara Indonesia (BNI '46) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Apa yang dimaksud dengan Program Indonesia Pintar PIP dan KIP?

Program Indonesia Pintar adalah salah satu program nasional (tercantum dalam RPJMN 2015-2019) yang bertujuan untuk:

1. Meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah.
2. Meningkatkan angka keberlanjutan pendidikan yang ditandai dengan menurunnya angka putus sekolah dan angka melanjutkan.
3. Menurunnya kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara wilayah perkotaan dan perdesaan, dan antar daerah.
4. Meningkatkan kesiapan siswa pendidikan menengah untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Apa yang dimaksud dengan Program Indonesia Pintar melalui pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP)?

Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang menerima KIP, atau yang berasal dari keluarga miskin dan rentan (misalnya dari keluarga/rumah tangga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera/KKS) atau anak yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan bagian penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sejak akhir 2014

Mengapa anak usia sekolah diberikan KIP?
KIP diberikan sebagai penanda/identitas untuk menjamin dan memastikan agar anak mendapat bantuan Program Indonesia Pintar apabila anak telah terdaftar atau mendaftarkan diri (jika belum) ke lembaga pendidikan formal (sekolah/madrasah) atau lembaga pendidikan non formal 
(Pondok Pesantren, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM, Paket A/B/C, Lembaga Pelatihan/Kursus dan Lembaga Pendidikan Non Formal lainnya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama).

Siapa penyelenggara Program Indonesia Pintar ?
Program Indonesia Pintar melalui pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Apa tujuan dari Program Indonesia Pintar Melalui KIP?

  1. Menghilangkan hambatan anak (usia sekolah) secara ekonomi untuk berpartisipasi di sekolah sehingga mereka  memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik di tingkat dasar dan menengah.
  2. Mencegah anak/siswa mengalami putus sekolah akibat kesulitan ekonomi.
  3. Mendorong anak/siswa yang putus sekolah agar kembali bersekolah.
  4. Membantu anak/siswa kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan kegiatan pembelajaran.
  5. Mendukung penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (9) dan Pendidikan Menengah Universal (Wajib Belajar 12  tahun).


Siapa saja sasaran penerima Kartu Indonesia Pintar/KIP?
Untuk tahun 2016, KIP akan diberikan kepada 19,5 juta anak usia sekolah (6-21 tahun)  baik dari keluarga/rumah tangga tidak mampu yang ditetapkan oleh pemerintah atau yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Apa saja kriteria/ siswa penerima KIP?

  1. Penerima BSM dari keluarga pemegang KPS yang telah ditetapkan dalam SP2D 2014.
  2. Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum ditetapkan sebagai Penerima bantuan BSM.
  3. Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari Peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
  4. Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang tinggal di Panti Asuhan/Sosial.
  5. /Anak/santri usia 6-21 tahun dari Pondok Pesantren yang memiliki KPS/KKS (khusus untuk BSM Madrasah) melalui jalur usulan Madrasah.
  6. Siswa Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan/atau korban musibah berkepanjangan/ bencana alam.
  7. Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang belum atau tidak lagi bersekolah yang datanya telah direkapitulasi pada Semester 2 (TA) 2014/2015.

Bagaimana mekanisme penggunaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mendapatkan bantuan pendidikan di Tahun 2016?

Bagi Anak Penerima KIP maupun anak dari keluarga Penerima KKS (tetapi belum menerima KIP) yang putus/tidak lagi bersekolah baik di sekolah formal maupuan non-formal:
 
1.Anak usia sekolah penerima KIP maupun yang tidak menerima KIP (tetapi keluarganya menerima KKS) tetapi putus/tidak lagi sekolah, harus mendaftarkan diri ke sekolah maupun ke lembaga pendidikan non-formal (seperti SKB/PKBM/Paket/Kursus dan Pelatihan, jika tidak dapat masuk ke sekolah) sebelum melaporkan kartu yang mereka terima ke lembaga pendidikan dan mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar.
 
2. Setelah terdaftar, sekolah/lembaga pendidikan tempat anak terdaftar, mengusulkan anak penerima kartu tersebut untuk didaftarkan sebagai calon penerima manfaat PIP baik melalui usulan calon penerima manfaat PIP 2016 sesuai dengan Format Usulan Lembaga ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (seperti terlampir dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan PIP di Kemdikbud) atau melalui aplikasi Verifikasi Indonesia Pintar dalam Dapodik (sesuai dengan kesiapan dari Kementerian pelaksana program).
 
3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan/meneruskan usulan anak calon penerima PIP dari sekolah/SKB/PKBM/lembaga kursus dan pelatihan sebagai usulan ke direktorat teknis pelaksana PIP di tingkat pusat.
Proses Penyaluran Manfaat Program Indonesia Pintar/PIP:
1. Kemdikbud akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Siswa Penerima Bantuan PIP dan mengirimkan SK tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan, daftar penerima manfaat PIP ke lembaga penyalur yang telah ditunjuk.
2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota akan mengirimkan surat pemberitahuan dan daftar penerima manfaat PIP ke sekolah/lembaga pendidikan non formal lainnya beserta lokasi dan waktu pengambilan dana bantuan.
3. Sekolah/lembaga pendidikan non formal lainnya memberitahukan ke siswa/orangtua waktu pengambilan dana bantuan.
 
4. Siswa/orangtua mengambil dana bantuan ke lembaga penyalur yang ditunjuk

Untuk pertanyaan seputar PIP dan KIP silahkan lihat informasinya klik disini.....

Thursday, December 1, 2016

Ada tiga tipe guru (pendidik)

Berdasarkan pengamatan kami, ada tiga tipe guru (pendidik) yang akan kitajumpai, yakni :

a.       Guru Nyasar
b.      Guru Bayar,
c.       Guru Sadar

GURU  NYASAR 
mendeskripsikan kehidupan Guru yang tidak pernah dirasakan kehadirannya oleh anak didik. Ciri sederhana guru nyasar adalah bekerja bukan panggilan jiwa, bekerja hanya sekedar mengisi waktu luang dan menggugurkan kewajiban. Makna bekerja bagi guru nyasar hanya sebatas   melepaskan predikat  pengangguran.  Guru Nyasar sebenarnya adalah guru yang kehidupannya tersiksa, kegiatan belajar mengajar demikian menjenuhkan dan membosankan.  

Guru nyasar lebih banyak mengeluh setiap kali menemukan ketidaknyamanan dalam berjalannya proses pembelajaran. Jam dinding dikelas bergerak sedemikian lambat seakan baterainya hampir habis sehingga siswa didik adalah bagian dari beban dan masalah. Guru nyasar tidak peduli dan kurang memahami perkembangan anak didik, bahkan  jarang berkomunikasi dengan anak didik.  

Kehadiran guru nyasar bagaikan sosok JAILANGKUNG yang hadirnya tidak diundang dan pulangnya tidak diantar.  Anak didik tidak merasakan kesan mendalam kehadiran sang guru. Guru Nyasar   sedemikian susah beradaptasi dengan perubahan.  Minimalnya ada 5 sifat dasar yang bisa terlihat pada sosok guru nyasar , yaitu M4B ( Mengeluh, Menunda, Malas, Menyalahkan dan Banyak Alasan).  

Berikanlah tugas pada guru nyasar maka dia akan mengeluh, Ajaklah dia berbicara pada perubahan maka dia cenderung menunda, apabila terjadi ketidakberesan dalam hasil maka senjatanya adalah menyalahkan pihak lain sebagai kambing hitam, dan ketika mendapatkan nasehat maupun arahan tugas maka dia banyak beralasan sebagai upaya menolak tugas dan amanah baru.

Guru nyasar tidak akan pernah dirindukan apalagi menjadi idola kebanggaan siswa didik.  Guru nyasar harus segera sadar, kalau tidak sadar akan membuat anak didik kesasar.  Kalaupun sudah diingatkan dan tidak segera sadar, solusi terbaik adalah digantikan. 

GURU BAYAR
mendiskripsikan kehidupan seorang Guru  yang bekerja hanya sekedar memenuhi kebutuhan finansial.  Ada uang aku sayang, tidak ada uang aku melayang.  Guru bayar selalu mengukur segalanya dengan uang.  Pelajaran tambahan adalah UANG, tugas luar juga UANG, professional selalu diukur dengan uang.  Guru bayar pasti akan kecewa, karena tidak semua orang bisa memenuhi alur pikiran dan kebutuhannya.  Guru mendapatkan bayaran memang wajar, namun ketika hanya mau bekerja ekstra karena ada uang ekstra itulah yang membuat guru diperbudak UANG.   

Bagi guru bayar akan menderita sakit hati ketika orang lain yang mungkin secara keilmuwan biasa-biasa saja namun gajinya lebih besar dari dia.  

Ukuran penghargaan bagi guru bayar adalah seberapa besar uang yang dihasilkan. Guru sadar lebih sering menyimpan potensi terbaiknya dikarenakan tidak sepadan dengan uang yang diterimanya. Baginya potensi terbaik hanya muncukl ketika bayarannya juga terbaik.  Kalaupun guru bayar ini mampu melakukan potensi terbaik di level 9 dari range 1- 10, bisa jadi dia hanya melakukan kerja di level 6 dengan alas an dia hanya digaji di level 6. 

Guru bayar harus segera sadar, kalau tidak sadar akan menderita sakit luar dalam. Sakit kronis guru bayar adalah sakit SMS, yaitu Susah melihat oranbg lain Senang, Senang Melihat orang lain Susah. Akibatnya dia akan menderita sakit fisik karena lelah dan sakit psikis karena tidak ikhlas.

GURU SADAR
mendiskripsikan seorang guru yang menjalankan tugasnya dengan bahagia, ceria dan sepenuh jiwa. Guru sadar benar-benar tahu dan sadar bahwa Anak didik adalah amanah yang akan menjadi  investasi dunia dan kebahagiaan di akherat.  Guru tipe sadar mengetahui benar bagaimana perkembangan pendidikan anak didik,  Guru sadar senantiasa mendidik dengan cinta dan melayani sepenuh hati. Guru sadar adalah guru yang mampu mengoptimalkan kecerdasan emosi anak didik . Guru sadar memang membutuhkan uang untuk kehidupannya, namun guru sadar memahami bahwa uang adalah bagian dari efek positip  dari kerja yang profesianal   dia.  

Saya yakin Anda adalah GURU SADAR yang mampu mengajar dengan Dahsyat dan memikat.
  Ada bebarapa cara cerdas yang dapat dilakukan oleh guru sadar, sehingga mampu menjadi guru yang dirindukan, guru dahsyat berhati cahaya, sekaligus menjadi guru yang memikat dan dirindukan.

a.       Cara cerdas pertama,
PASTIKAN BAHWA ANDA ADALAH GURU YANG MENYENANGKAN. 

Itulah modal pertama guru sadar.  Secerdas apapun Anda, setinggi apapun Indeks prestasi Anda, namun kalau menurut siswa, Anda adalah sosok yang tidak menyenangkan, atau kata lain menjenuhkan maka secara tidak langsung Anda telah membuat tembok tebal yang membatasi kecerdasan Anda dengan kesiapan anak didik menerima ilmu Anda. Untuk menjadi guru yang menyenangkan Anda bisa memulainya dengan murah senyum, meyapa anak didik Anda dengan nama panggilannya, ungkapkan kabar bahagia, hargai prestasinya, tangkap basah kebaikannya   dan antusias sepanjang hari. Guru yang menyenangkan akan mampu membuat jam diding kelas sedemikian cepat bergerak sehingga tanpa terasa waktu telah habis.  Dia akan menginspirasi dan dirindukan oleh siswa didiknya.   Untuk cara cerdas pertama akan saya bahas lebih detail pada bab khusus dalam buku ini.

b.      Cara cerdas ke dua

PASTIKAN BAHWA SISWA DIDIK ANDA ADALAH ORANG PENTING BAGI ANDA, SEHINGGA ANDAPUN PENTING BAGI DIA.

Rasakan kehadirannya, maka diapun merasakan kehadiran Anda. Biasakan mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kerjasama apapun yang ditunjukkan kepada Anda.  Ucapkan terimakasih atas baju rapi yang dipakainya, ucapkan terima kasih atas ketepatan waktunya, ucapkan terima kasih atas prestasi terbaiknya, ucapkan terima kasih atas PR yang dikerjakannya.  Ucapkan terimakasih atas keseriusannya belajar bersama Anda. 

Hapuskan kata mengeluh dan merendahkan diri didepan anak-anak.  Anda adalah guru tangguh yang pantang mengeluh bahkan menyalahkan didepan anak didik.  Ketahuilah nomor Hand Phone anak didimk Anda, adalah luar biasa ketika anda mengirim sms ketika dia tidak masuk sekolah dan menanyakan bagaimana keadaannya, adalah kebahagiaan ketika Anda mengirimkan ucapan selamat idul fitri kepadanya,   Lebih dahsayt lagi kalau Anda mengetahui hari ulang tahunnya, kemudian memanfaatkan momentum tersebut untuk mengirimkan sms ucapan dan nasehat positif  kepadanya. Kelihatannya biasa namun  lihatlah keajaiban yang terjadi dampaknya luar bisa.  Indah sekali kalau anak didik Anda merasakan dirinya ada dihatri Anda, maka Andapun akan tersimpan rapi dalam memori kebahagiaan didalam sejarah kehidupan anak didik Anda.

c.       Cara cerdas ketiga


PASTIKAN BAHWA ANDA ADALAH MOTIVATOR SEKALIGUS DINAMISATOR ANAK DIDIK ANDA
Mulailah dengan selalu menjaga kata positip, hindari perbandingan yang tidak adil dan buktikan bahwa apa yang anda katakan adalah sebagaimana yang Anda lakukan.  Buatlah sebuah kesan bahwa setiap murid Anda adalah penting.  Apapun yang keluar dari mulut Anda adalah mutiara SYURGA yang membuat murid Anda bergetar, salurkan energy positip (EPOS), berikan motivasi dan inspirasi.  Guru dahsyat dan memikat senantiasa memulai hari-harinya dengan sikap optimis, antusias, riang dan bahagia.

Setiap Anda  adalah guru sukses,  Guru dahsyat senantiasa berusaha menjadi bukti, bukan sekedar menunggu bukti, Guru Sukses senantiasa optimis dengan melihat peluang dalam masalah bukan melihat masalah dalam setiap peluang.
somber: http://tk-tarbiyatunnisaa.com/