Monday, November 30, 2015

Rancangan Perwali Kota Tangsel Tentang Sanggar Kegiatan Belajar - SKB

Penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua,  Pemerintah, Pemerintah Daerah, Orang tua, masyarakat dan penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk mewujudkan masyarakat gemar belajar

Oleh karena Pendidikan harus mampu menjawab berbagai tantangan sesuai dengan tuntutan dan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan internasional maka  pendidikan harus diselenggarakan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan untuk mewujudkan pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu,relevansi, dan daya saing serta penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik dalam menyelenggarakan dan mengelola pendidikan sebagai satu sistem pendidikan.

Menurut Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 16 ayat (4) dinyatakan bahwa satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.

Di dalam Peraturan Pemerintah nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan diatur bahwa penyelenggaraan pendidikan nonformal meliputi penyelenggaraan satuan pendidikan dan penyelenggaraan program pendidikan nonformal (pasal 100 ayat 1). PKBM sebagai satuan pendidikan nonformal dapat menyelenggarakan program pendidikan nonformal yang meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan dan pendidikan nonformal lain yang diperlukan masyarakat (pasal 105 ayat 2)

Peraturan daerah Kota Tangerang Selatan yang mengatur  tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Kota Tangerang Selatan, adalah Perda NOMOR 4 TAHUN 2012.


Jenis lembaga yang menyediakan layanan  pendidikan non-formal lainnya selain PKBM adalah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). oleh karena itu salah satu peraturan yang perlu diprioritaskan adalah penyusunan Peraturan Walikota Tangerang Selatan tentang penyelenggaraan Pendidikan Non Formal  dan Informal, yaitu pembentukan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Sehubungan dengan  Sosialisasi perancangan dan pembentukan SKB di Tangsel, maka Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan mengundang lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)  Tangerang Selatan, untuk hadir pada hari Rabu, tanggal 2 Desember 2015, jam 8 sampai selesai bertempat di Sae Pisan Restauran, Jl Pahlawan Seribu CBD Kav. 5 BSD City. 

Diharapkan jika telah terbentuk di Tangsel akan terbina dengan baik  dan membentuk  suatu pola kemitraan  yang baik antara SKB (milik pemerintah)   dengan PKBM (milik masyarakat).

Tuesday, November 24, 2015

Rano Karno Deklarasikan Gerakan Banten Membaca di Hari Aksara Internasional 2015


Serang - Hari Aksara Internasional diperingati setiap tanggal 8 September setiap tahunnya, namun berbagai daerah di Indonesia memperingatinya berbeda-beda waktunya. Provinsi Banten juga ikut andil dalam memperingati Hari Aksara Internasional dengan mengemas berbagai kegiatan.





Undangan yang hadir  dalam kegiatan tersebut, terdiri dari PKBM, TBM, PAUD, KF, Lembaga Kursus serta Mitra PNFI lainnya se-Provinsi Banten.  kegiatan di kemas dengan acara hiburan kesenian daerah, serta pameran hasil karya Lembaga non formal, Kursus, pelathan, yang bertempat di stand-stang indor maupun outdor.




Forum Komunikasi (FK)- PKBM Tangsel pun turut hadir  bersama Dinas Pendidikan tangsel Bidang PNFI.  Dan di dalam acara tersebut Kota Tangerang Selatan  mendapat satu stand pameran yang di wakili oleh PKBM Maleo. 





Puluhan warga Baduy mengikuti acara Hari Aksara Internasional tingkat Provinsi Banten yan dipusatkan di Pendopo Gubernur Banten Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Provinsi Banten, Selasa (24/11/2015). Selain warga Baduy, acara yang dibuka Gubernur Banten Rano Karno itu juga diikuti masyarakat pesisir dan ribuan warga belajar keaksaraan Indonesia.



Rano mengatakan, untuk merespon program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, Pemerintah Provinsi Banten mencanangkan program unggulan yaitu Gerakan Banten Membaca. Program ungulan itu, lanjut Rano, tersubstitusi pada dua bidang yaitu nonformal dan informal.


"Dengan momen yang berbahagia ini dan merespon program yang dicanangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Banten akan mencanangkan program unggulan yaitu 'Gerakan Banten Membaca' yang tersubstitusi pada dua bidang yaitu nonformal dan informal," kata Gubernur Banten Rano Karno pada acara Hari Aksara International tingkat Provinsi Banten, di Pendopo KP3B Serang, Selasa (24/11).


Menurut Gubernur dalam rangka memberikan akses bacaan, mulai tahun 2016 mendatang Pemprov akan mengupayakan untuk mendirikan 1 TBM (Taman Bacaan Masyarakat) 1 Desa. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang sudah melek aksara tidak buta aksara kembali.


BJB Banten memberikan Bantuan
"Tentunya Gerakan Banten Membaca ini tidak akan bisa optimal tanpa kehadiran pemangku kepentingan termasuk dukungan dari lembaga CSR (Corporate Social Responsibility). Untuk itu kami berharap agar semua bisa bersinergi sehingga kelak gerakan ini menjadi gerakan bersama," jelasnya.


Gubernur melanjutkan, di bidang pendidikan formal, Pemprov Banten juga akan membuat program 'Literasi Sekolah', program ini sebagai respon dari Permendikbud No 23 tahun 2015 yang mewajibkan membaca 15 menit bagi siswa.

Menurut Gubernur, dengan berbagai skema kebijakan dan program percepatan pemberantasan buta aksara, Indonesia telah berhasil mencapai target pengentasan buta aksara. Dalam satu dekade program pemberantasan buta aksara di indonesia telah berhasil menurunkan jumlah penduduk buta aksara dari 9,55 persen atau 6,59 juta jiwa pada tahun 2005 menjadi 3,70 persen atau 5,9 juta orang pada tahun 2014.



"Provinsi Banten juga turut terlibat didalam proses ini. Pada tahun 2010 penduduk Banten yang masih buta aksara mencapai 218 ribu orang, pada tahun 2015 ini tersisa 51 orang lagi. Ini hasil kerja keras dari Dinas Pendidikan Provinsi dan kabupaten/kota yang melibatkan partisipasi masyarakat," sebutnya.


Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Engkos Kosasih menambahkan, pada tahun 2015 ini Provinsi Banten patut berbangga karena Banten berhasil mendapatkan anugerah aksara utama dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada puncak acara Peringatan Hari Aksara Internasional di Kabupaten Karawang, Jawa Barat 24 Oktober lalu.


Selain Gubernur Banten yang meraih penghargaan, pada waktu bersamaan TMB Sumlor Kabupaten Lebak yang dikelola oleh Ahmad Lugas juga meraih penghargaan sebagai TMB kreatif, sementara Ismawati dari PKBM Satu Bangsa Kabupaten Serang meraih penghargaan sebagai tutor keaksaraan dasar terbaik.

"Tiga penghargaan yang sangat prestisius dibidang pendidikan nonformal ini menjadi tonggak kebangkitan sekaligus komitmen Pemprov Banten dalam menjalankan percepatan pembangunan pendidikan," kata Engkos.



Saturday, November 21, 2015

Gubernur Banten Raih Penghargaan Anugerah Aksara Utama


Serang - Gubernur Banten Rano Karno menerima penghargaan “Anugerah Aksara Utama” dari Menteri Pendidikan Nasional atas kinerja dan kepedulian yang tinggi dalam percepatan pemberantasan buta aksara di Provinsi Banten.

Penghargaan Anugerah Aksara Utama ini diserahkan oleh Mendikbud yang diwakili oleh Dirjen Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Herman Syamsudin dan Direktur UNESCO Office Jakarta Syahbaskhan, pada acara Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Nasional ke-50 Tahun 2015, di lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (24/10).

Gubernur Banten Rano Karno di sela-sela kegiatan menegaskan, kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten dan Kota terutama Dinas Pendidikan khususnya PKBM dan Kelompok Belajarnya harus terus ditingkatkan baik penguatan program, anggaran, orientasi maupun monitoring dan evaluasi.

"Sebenarnya leading sektornya ada di Kabupaten dan Kota, jadi pimpinannya harus fokus terhadap masalah itu, apalagi nanti di desa ada anggaran desa, mudah-mudahan bisa membantu," kata Rano.

Keberhasilan meraih penghargaan Anugerah Aksara Utama ini, menurutnya merupakan sumbangsih para ujung tombak pelaksana dan pegiat program Keaksaraan terutama para tutor kelompok belajar di bawah koordinasi PKBM dan untuk itu semua kita sampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih.

"Kita berharap dengan penghargaan yang diraih saat ini dapat memotivasi kita semua, komponen dan lembaga masyarakat, stakeholder, pemerintah daerah dan lain-lain di Banten untuk dapat menuntaskan semua permasalahan buta aksara. Dan melalui kebersamaan kita wujudkan masyarakat Banten sebagai daerah tuntas buta aksara," katanya.

Pelayanan dan kepedulian menuntaskan buta aksara menurutnya, merupakan suatu hal yang mengharukan, jika semua masyarakat dapat membaca dan mampu membangun kecerdasannya. Dengan kemampuan membaca seakan-akan telah membuka pintu untuk kehidupan yang lebih baik.

"Kita harus mengerti dan paham apa yang kita baca, bukan hanya sekedar bisa membaca, dan yang paling sulit adalah implementasinya," jelasnya.

Ia mengakui, beberapa daerah di Banten masih banyak warga yang buta aksara. "Masih ada empat daerah yang masih tinggi, seperti Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak dan Kabupaten Tangerang. Ini menjadi PR kita semua," ucap Rano.

Rano optimistis, dua tahun mendatang jumlah masyarakat yang buta aksara akan semakin berkurang bahkan bisa dientaskan seluruhnya. "Pemprov Banten telah mencanangkan sejumlah program. Seperti melalui program perekonomian, kami membentuk kelompok masyarakat membuat olahan, bukan hanya keuntungan ekonomi yang didapat, tapi melalui program tersebut masyarakatpun bisa sambil diajarkan aksara," kata Rano.

Selain Gubernur Banten, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) kreatif dan rekratif di menangkan TBM Sumlor dengan Ketua Ahmad Lugas Kusnadi dari Kabupaten Lebak, dan tutor keaksaraan dasar Ismawati dari PKBM Satu Bangsa Kabupaten Serang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Engkos Kosasih menyebutkan, sejak tahun 2010 jumlah masyarakat yang berhasil bebas dari buta aksara jumlahnya sangat signifikan. Dimana pada tahun tersebut masyarakat yang masih buta aksara sebanyak 218 ribu orang, kemudian saat ini sudah berkurang menjadi 51 ribu orang.

"Sejak tahun 2010 Pemprov Banten telah melaksanakan sejumlah program untuk meminimalisir jumlah buta aksara tersebut, baik program yang berbasis pendidikan formal maupun budaya," kata Engkos.

Selain program, lanjut Engkos, untuk mengetaskan buta aksara pihaknya pun terus meningkatkan anggaran setiap tahunnya. Untuk tahun ini, jumlah anggaran yang disiapkan sekitar Rp5 milyar. "Tahun ini sekitar Rp5 milyar, tahun depan akan dterus ditingkatkan lagi," kata Engkos saat mendampingi Gubernur menerima penghargaan.

Dirjen Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud Herman Syamsudin menerangkan, pagelaran Hari Aksara Internasional (HAI) tahun ini adalah momentum bagi Kemendikbud untuk melanjutkan program pendidikan non formal. Saat ini, banyak lembaga penyelenggara program keaksaraan seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) memiliki unit usaha yang dikelola oleh alumni dari warga belajar pendidikan keaksaraan.

"Setelah sebelumnya lebih banyak berfokus pada pendidikan formal, kali ini kami akan kembali memfokuskan diri pada pendidikan non formal," ujarnya.

Pada kegiatan tersebut lanjut Herman, diselenggarakan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebanyak 50.000 warga belajar bebas tuna aksara menulis surat dan Warga Belajar Membaca Ikrar/Janji Belajar Sepanjang Hayat. Di samping itu ada berbagai kegiatan seperti talkshow gerakan Indonesia membaca, pameran pendidikan dan lomba.


"Melalui kegiatan peringatan ini diharapkan program pendidikan keaksaraan dalam rangka pemberantasan buta aksara dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik untuk membangun keadaban dan keunggulan pembangunan berkelanjutan di Indonesia," katanya.

Sumber : humasprotokol.bantenprov

Wednesday, November 18, 2015

Milad ke 4 Yayasan Insan Indonesia Berkarya (YIIB) dan PKBM Insan Karya Tangsel


Milad ke 4 Yayasan Insan Indonesia Berkarya (YIIB) dan PKBM Insan Karya yg bertema mengembangkan kreatifitas nasionalisme anak bangsa merupakan perayaan milad yg pertama kali di gelar secara terbuka dan mengundang masyarakat, serta melombakan beberapa kegiatan yg mengarah pada bentuk kreatifitas peserta lomba.

Kegiatan yang bermodalkan semangat untuk memberikan pendidikan secara praktis tentang praktek mengelola kegiatan yg di dalam nya menerapkan unsur kebersamaan,kegotongroyongan, dan tetap fokus pada tujuan.


Kreatifitas nasionalisme adalah satu harapan dalam penyampaian cinta tanah air dalam berbagai bentuk kegiatan atau pengejawantahan rasa syukur sebagai anak bangsa terhadap negara yg di cintai..kreatifitas yg tidak terbatas yang pada targetnya selalu berbuat untuk kejayaan negara. Itulah satu gambaran besar yang diharapkan dari kegiatan milad ke 4 YIIB dan PKBM Insan Karya.

Namun disaat memandang langit tentulah tidak terlepas dimana kaki menapak. Dengan tinggi dan besar nya harapan tidak akan terwujud bila perbuatan kecil dan sederhana tidak dilaksanakan.


Kegiatan milad tersebut merupakan bentuk riil dalam permulaan langkah2 kecil untuk berlari cepat mengajar asa di masa datang. Dari proses belajar secara teori dilanjutkan dengan bentuk pelaksanaan (praktik) merupakan suatu proses yang harus dilakukan agar hal yang telah dipelajari akan mudah diingat dan semua kendala disaat praktiknya menjadi suatu pembelajaran baru yang dapat diambil hikmahnya. 

kegiatan kegiatan Terlepas dari semua harapan dan kegiatan yang dilaksanakan, dengan memperhatikan para peserta berikut pula kehadiran para undangan sungguh merupakan kejutan bagi kami betapa antusianya begitu merespon kegiatan kami yang memang sangat sederhana dan ala kadarnya. Suatu kebanggaan bagi kami dapat berbagi ceria, berbagi harapan dan berbagi cita-cita. Kami merasakan bahwa kami milik mereka juga. 



Doa dan ucapan selamat serta harapan agar kami selalu dapat menyertakan mereka adalah sebuah nilai tersendiri yang sulit untuk di ungkapkan namun membuat semangat kami berlipat ganda agar yayasan dan lembaga kami selalu berarti bagi semuanya.


Dengan selalu bersyukur kepada Alloh Swt, dan yang kami kerjakan bukan hal sempurna masih banyaknya kekurangan disana-sini, kami segenap pengurus yayasan dan lembaga nya menghaturkan terima kasih dan mohon maaf atas semua kekurangan. 

Wa salammualaikum wr.wb
(Eko.S - ketua PKBM Insan Karya)

PKBM Insan Karya - Meningkatkan Kreatifitas Nasionalisme Anak Bangsa


Apa sih Nasionalisme ?
Nasionalisme dapat diartikan sebagai suatu paham yang menganggap kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi harus disertakan kepada Negara kebangsaan atau sebagai sikap mental dan tingkah laku individu maupun masyarakat yang menunjukkan adanya loyalitas dan pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya.

Bukan keharusan mengerjakan apa yang dikerjakan oleh para pahlawan dan pejuang, tapi jiwanya yang harus di contoh. Jiwa kepahlawanannya yang harus senantiasa di pupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di Negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh dan cinta terhadap sesama. Semua sigat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

(bpk. Eko.S - ketua PKBM Insan Karya)

Lantas seberapa tinggi kaum muda bangsa ini yang memiliki jiwa nasionalisme? Seberapa tinggi yang memahami jiwa kepahlawanan itu sendiri? Ketakutan akan jawaban yang sebenarnya, akhirnya saya merasa perlu untuk mulai mengetahui 

Tujuan saya adalah pembelajaran siswa-siswa ajar pada kerja kelompok yang akan memupuk rasa tanggung jawab dan kesadaran akan rasa kebangsaan dan kepahlawanan itu sendiri. Dan semoga bermanfaat dalam meningkatkan minat dan kesadaran anak-anak dan remaja sebagai kaum muda, generasi penerus bangsa pada rasa nasionalisme dan kepahlawanan itu sendiri. Mengajarkan proses dalam sebuah kerja kelompok yang mana harus mengenyampingkan sifat dan sikap ke-aku-an masing-masing.

 bersama Early AnwarPkbm Insan Karya dan ibu Ketua Yayasan ibu  Feb Amni  

Secara keseluruhan, acara Milad ke-4 Yayasan Insan Indonesia Berkarya dan PKBM Insan Karya yang di kemas dalam lomba menggambar dan mewarnai dengan tema “Meningkatkan Kreatifitas Nasionalisme Anak Bangsa” berjalan dengan baik. Memang masih banyak kekurangan di berbagai sisi, akan tetapi untuk sebuah pembelajaran bagi siswa ajar yang baru pertama kali terlibat dalam kerja kelompok prestasi ini sangat membanggakan. Kerjasama yang baikpun ditunjukkan oleh para panitia. Bahkan keringat yang mengecur tak lagi jadi beban saat kegiatan berlangsung. Para tamu undangan dan peserta juga mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Sehingga acara dapat berjalan sesuai waktu yang di tentukan. 

Dengan adanya pelaksanaan kegiatan ini, semoga para panitia, peserta, tamu undangan dan pengurus Yayasan Insan Indonesia Berkarya serta tutor PKBM Insan Karya dapat bercermin pada usaha dan kerja keras yang gigih dan kreatifitas yang membanggakan ini. Mengulang kesuksesannya dan meminimalisir kesalahan yang ada.



Karena proses lebih membanggakan daripada hasil yang di dapatkan.

Salam PKBM
Ri Ri @InsanKarya